Rabu, 28 Agustus 2013

NASIB PARA OPERATOR SEKOLAH (OPS) DAN TUNJANGAN , CPNS bagi Operator Sekolah..



Operator Sekolah…belakangan ini sedang menjadi sesuatu banget bak selebriti di sekolah-sekolah utamanya di tingkat pendidikan dasar sd dan smp, ketika diberlakukan yang disebut sebagai Pendataan Dikdas atau sering disebut Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Ketika di lini pendidikan dasar mulai menerapkan serba online :D kesan yang ditangkap adalah gagap teknologi terutama di lingkungan sekolah dasar…ketika tuntutan peningkatan kompetensi sesuai dengan harapan karena adanya tunjangan profesi tampak para guru bersertifikasi dengan rata-rata usian diatas 50 taun kurang bisa mengantisipasi budaya yang sebenarnya sudah baru lagi yaitu budaya ONLINE. Penguasaan IT yang lemah pada akhirnya memaksa Operator Sekolah untuk menyelesaikan tugas-tugas meng-online-kan data-data guru.
Sebenarnya seandainya para guru lebih melek IT tentu akan meringankan tugas OP setidaknya mereka tahu prosesnya, bisa memahami ketika data sudah dientri dan masih dalam proses tidak ribut karena datanya belum valid dan belum ditetapkan SK pencairan tunjangan.
Alhasil begitu kompleksnya permasalahan dalam Dapodik ini, diawali dari sosialisasi yang begitu minim, setidaknya itulah yang disakan penulis yang juga sebagai operator sekolah. ketika sosialisasi di tingkat dinas hanya sekelebatan mata dan lebih pada pelatihan instalasi aplikasi. Kedua sosialisasi kepada guru disekolah juga sangat minim, sehingga banyak yang baru tahu tentang Dapodik ketika tunjangan profesi mereka belum tercairkan. Yang ketiga yang dirasakan penulis adalah kurang siapnya server  pusat mengantisipasi lonjakan akses ke server dari seluruh operator se Indonesia, akibatnya terjadi bottle neck dan server down dan pada akhirnya menjadikan operator tiap malam harus begadang sampai pagi hanya untuk mencoba akses ke server pusat, dan ketika siang menjelang sudah ditodong guru di sekolah dengan pertanyaan “SK saya sudah turun belum?”
Ada yang terlupakan, ketika para operator berjibaku memproses data guru disekolahnya, yaitu kesejahteraan mereka. Memang ada pembiayaan sesuai juknisnya tetapi itu hanya pada awal entry di awal tahun pelajaran, tetapi untuk ketugasan yang sebenarnya buka tugas pokok sesuai tupoksinya ini, dengan rata-rata kebanyakan operator sekolah adalah staf tata usaha atau guru honorer di sekolah, tidak ada aturan jelas mengenai hal ini dan cenderung diserahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah yang belum tentu semua bijak  ^_^. Sehingga kebanyakan operator mengeluh mereka harus mengeluarkan dana ekstra dan diluar jam kerja untuk mengurusi pendataan ini, dengan status honorer yang berupah “padamu negeri” tentulah guru memberatkan apalagi dalam pendataan ini lebih mengkover kepada guru karena memang tidak/belum ada tunjangan untuk non guru.
Ditambah lagi sekarang Valdasi NUPTK Sekolah dengan Mengisi EDS 56 soal secara ONLINE, lai lagi Operator yang jadi ujung tombak, saat ini jam 23.01 28-8-2013 dan tepat saya menulis ini masih menggarap EDS siswa SD N Kaliglagah 03 Sumberbaru Jember Jatim yang Minimal 30  Siswa jika tidak maka Pakta Intergitas Kepala sekolah tidak akan keluar seolah olah kerja 24 jam bagaimana tidak di SD saya tak ada signal sama sekali dan sangat terpencil mau Fotokopi saja harus menempuh 10 km, jadi paginya saya ngajar kelas di sambi jadi pesuruh juga lalu pulangnya jadi operator sampe malam. begitu seterusnya,,,ini hanya segelintir kisah saya dan masih byk lagi yang lebih pait dari saya.
Sebenarnya saya inign berbagi ilmu tentang Ini Verval NUPT tapi lain kali masih byk pekerjaan numpuk,
Jadi saya mohon pada bapak Pemerintah Mohon perhatiannya kami, sebenarnya para operator ingin berteriak tapi lewat mana, dan ke siapa ???
saya mendengar ada insetif dari pemerintah untuk para operator sekolah dan bahkan kedepan akan terangka PNS, jika memang itu benar maka kami sangat bersujud sukur... Tapi sayang sampai saat saya menulis ini tak ada pemberitauan resmi dari pihak yang terkait jadi hanya 50:50... ya, bisa jadi atau tidak...
Penulis sadar, pendataan dapodik ini bertujuan mulia dan sangat bagus sekali, dan tidak hanya sekedar masalah tunjangan saja, penulis juga mendukung berlanjutnya proses pendataan ini, tetapi sebaiknya juga diperhatikan juga nasib para operator seperti kami ini, ketika kami cuma bisa menucapkan selamat bapak selamat ibu tunjangan profesi bapak ibu agar segera dicairkan dan dinikmati, sesuatu yang tidak pernah kami rasakan…lebih lagi banyak yang lupa berterima kasih pada para operator ketika mereka sudah menikmati tunjangan mereka sudah tercairkan.
Demikian sekelumit uneg-uneg pemulis, sekedar “ngudar rasa” mewakili rekan seperjuangan, mohon maaf tidak ada maksud menjelekkan pihak lain hanya sekedar beropini di posting pertama penulis, trima kasih.
Salam Pendidikan

18 komentar:

  1. ia mas sya sependapat ,,,nih ajah malah tiap malam bergadang.......aduh mudah2 an ada hikmah dibalik ini semua.

    BalasHapus
  2. sip aku setuju sekali kalo operator di perhatikan betul-betul

    BalasHapus
  3. sepertinya nasib operator se indonesia punya keluhan dan kendala yang sama, tapi bagaimana dengan perhatian pemerintah??????

    BalasHapus
  4. Semoga saja kedepannya operator sekolah bisa diangkat menjadi PNS. Amiiiiiiiiiiiiin !

    BalasHapus
  5. ya saya sangat setuju karna kerja operator lebih dari kepala sekolah.............dan guru lain. apalgi yang dobel guru aduh..... setengah mati.

    BalasHapus
  6. Menyentuh skali, kena pas ke sy dan pada umumnya smua ops...sy pernah beberapa kali tidak tidur smpe pagi tiba....

    BalasHapus
  7. sangat setuju,ap lg diangkat jd PNS

    BalasHapus
  8. sangat-sangat tidak adil, operator atau Tata Usaha selalu diperlakukan bak anak tiri, dipandang sebelah mata, gaji lebih kecil dari guru, padahal TU/Operator juga memegang peranan penting dalam memajukan sekolah dan peserta didik, malah bisa dibilang TU/Operator adalah jantungnya sekolah, miris sekali..

    BalasHapus
  9. ea smoga kerja keras operator yang extrim ini bisa menjadi padangan utama para pemerintah yg duduk di atas...

    BalasHapus
  10. sangat setuju klau OPS diangkat menjadi PNS. mohon perhatiannya bapak presiden yg terhormat.

    BalasHapus
  11. hidup operator....... hidup....... "BUKAN AMARAHMU YANG SELALU KAU INGATKAN, TERIMA KASIHMU YANG KAMI HARAPKAN"

    BalasHapus
  12. Mudah-mudahan OPS Sukwan diperhatikan oleh pemerintah dan diprioritaskan untuk diangkat PNS... amin...

    BalasHapus
  13. Nasib.. Nasib.. Kalo ga' ngedata yaa ngelamun kerjaannya.. Udah kerja keras juga, tapii income teramat lemah.. ke' gada harganya ni kerja keras operator..

    BalasHapus

EGRAH PRAYUGO. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About Me

Egrah Praayugo
Lihat profil lengkapku